Selasa, 31 Agustus 2010

Prince love his Princess??


yak malam ini gw akan memulai memposting postingan yang mengharu biru (ngga juga sebenernya). waktu kita masih kecil sekitar tk atau sd mungkin kita addict banget sama yang namanya
Barbie atau Princess ya. dan lihat betapa bahagianya (gw ambil contoh disini para putri cantik -read: princess) selalu punya akhir cerita yang bahagia. ya, bahagia! dan untungnya semua itu cuma dongeng, bukan cerita nyata. bisa bayangin betapa irinya semua orang yang punya cerita haru biru (kayak gw) kalo beneran ada happy ending di setiap cerita. selain itu, hidup mereka juga kayaknya terencana. contohnya Cinderella, dia punya kehidupan yang indah banget sebelum datang ibu tiri dan 2 kakak tirinya, selanjutnya dia disiksa sampe dateng peri dan bagai dikasih hidayah pangeran kepincut sama dia dan lagi lagi Happy ending. betapa bahagianya ya punya hidup kayak Pocahontas yang bisa jadi cewek strong, tapi juga anggun dan juga punya Happy Ending juga. dan siapa yang ga mau jadi Ariel? yang bisa ngomong di dalam air, punya muka imut -.- Happy Ending. dan Belle (princess yang menurut gw paling lucu diantara yang lain), dia harus serumah sama si-buruk-rupa yang dia ga suka, tapi siapa tau? endingnya dia terima si-buruk-rupa apa adanya tanpa lihat fisik, dan endingnya si-buruk-rupa berubah jadi pangeran tampan and They live happily ever after. cerita selanjutnya si Snow White yang dibuang sama ibu tirinya, diracunin pake apel beracun dan akan bangun kalo ada pangeran tampan yang ngasih true love kiss, and see they also had their happy ending.
banyak banget kalo mau diceritain mana dongeng yang punya cerita bahagia di akhir. dan gw pun yakin ga ada yang ga mau kayak mereka, kan? cuma ya susah, kita hidup di dunia nyata yang banyak banget halangan untuk punya hidup-bahagia-selamanya.

we need our struggle to get it. oke, stop dreaming about that princesses! because we're princess too who'll have our HAPPILY EVER AFTER stories

Tidak ada komentar:

Posting Komentar