kau ajarkan
kau mungkin yang memebuat
mataku saat ini hanya bisa melihatmu
tak bisa kulihat yang lain
atau mungkin,
engkaulah yang seharusnya kulihat setiap saat?
mulut,
mulutku mengucapkan satu kata padamu
kata pertama, dan entah akan menjadi terakhir atau tidak
kata yang selalu menjadi sesuatu yang membuatku bertanya-tanya
"bagaimana nada bicaraku saat itu?"
mulut ini
kudapati menyebutkan namamu setiap hari
mulut ini terbuka untuk mengucapkan satu kata
namamu kah yang seharusnya kuucapkan setiap saat?
telinga,
telingaku begitu sejuk dikala itu
otakku selalu menyuruhku mengengingat
bagaimana suaramu kala itu
bagaimana nada atas kata yang kau ucapkan
telinga ini ingin mendengarnya lagi
mendengar kau berbicara lebih dari satu kata
atau akankah kau membuat telingaku kembali mendengarnya lagi?
hidung,
belum sempat aku mencium aromamu,
kau pergi begitu cepat
dan kita takkan mungkin selalu berpapasan
inginku,
bolehkah kita bertemu dalam waktu yang lama, hingga aku tahu bagaimana aromamu?
kulit,
kulitku berteriak
ya berteriak
berteriak disaat aku, kau bertemu
berteriak karena tak pernah disangkanya
lalu kulitku terdiam seketika
terdiam tak bisa berkata apa-apa, dan berharap
akankah kau membuatku teriak lagi suatu saat nanti?
Terima kasih,
kau benar-benar membuat panca indraku gila
gila akan sesuatu yang tak seharusnya digilai
gila karena kagum, atau terlalu kagum
kuyakini kelima panca indraku ini
hanya senang dari kejauhan dan hanya beberapa saat
senang melihatmu dan membicarakanmu dari kejauhan
senang mendengar, merasakan dan mencium aromamu yang hilang begitu saja secepat mataku berkedip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar